Cintaku di Empang

Bagian 1: Tragedi Serokan Biru

🌲🏡🌴
Penghuni Empang
🐟

Ucok

Lele lokalan, berani mati.

🐠

Moza

Koi primadona, si cantik.

🐡

Parman

Louhan elit, si jidat jenong.

👩🏻‍🌾

Bu Sinta

Bos empang, pawang serokan.

Jauh di dasar empang, di balik akar teratai yang damai...
🐟
Ucok
"Neng Moza, abang nemu cacing tanah premium nih. Mumpung belum direbut ikan nila."
🐠
Moza
"Ih, Bang Ucok selalu tau kesukaanku. Makasih ya..."
Arus air mendadak berubah. Parman datang mengganggu ketenangan.
🐡
Parman
"Cacing? Cih! Makanan kasta bawah. Neng Moza, lihat apa yang kubawa... Pelet Emas Impor!"
🐠
Moza
"Wah, peletnya bercahaya banget..."
Sebelum Parman sempat menyombong lagi, langit mendadak hitam pekat. Permukaan air bergemuruh ngeri!
👩🏻‍🌾
Bu Sinta (Dari atas permukaan)
"BAPAKNYA MINTA LAUK MALAM INI! CARI YANG GEDE!"
🐟
Ucok
"Gawat! Kiamat serokan biru! Moza, awas!"
Jaring raksasa menukik tajam. Parman panik dan menunjukkan sifat aslinya.
🐡
Parman
"Gila, gue bisa digoreng! Maaf Moza, jidatku terlalu mahal buat jadi pecel lele. Bye!"
🐠
Moza
"Parman!! Jahat banget, kamu malah dorong aku ke arah jaring?!"
Moza tersangkut! Tanpa pikir panjang, Ucok melesat ke atas bak torpedo hitam.
🐟
Ucok
"JANGAN BAWA MOZA! RASAKAN SERUDUKAN KEPALA LELE!!!"
💥 BAMMMM!!!
Ucok berhasil menyundul Moza keluar dari jaring. Tapi sebagai gantinya, dia yang tertangkap.
🐠
Moza
"BANG UCOKKK!!! TIDAAAK!!!"
🐟
Ucok (Di dalam jaring)
"Jaga dirimu, Neng Moza... Abang pergi ke Dunia Kering..."
Bersambung...